Pengertian dan Cara Kerja Virtual Private Server (VPS)

Pengertian dan Cara Kerja Virtual Private Server (VPS)

 

Sama seperti namanya, VPS adalah sebuah server virtual yang bekerja layaknya dedicated/private server, tapi terinstall pada sebuah server fisik yang menjalankan beberapa sistem operasi secara bersamaan. Terkadang VPS juga disebut sebagai Virtual Dedicted Server (VDS).

Jika diumpamakan, VPS seperti sebuah apartment dimana Anda tinggal bersamaan dengan orang lain dalam satu gedung namun bertanggung jawab atas semua hal yang berkaitan dengan apartment Anda. Mulai dari susunan furniture, reparasi, dekorasi, fasilitas ruangan dan sebagainya. Sedangkan VPS sendiri berjalan pada sebuah server fisik yang sama namun terdiri dari beberapa server virtual. Masing-masing server memiliki porsinya sendiri dan tidak mengganggu server lainya. Misal host server memiliki RAM 8GB, sedangkan virtual servernya memiliki RAM 256 MB.

Perlu diingat bahwa masing-masing VPS berjalan sendiri-sendiri dan tidak terpengaruh oleh kinerja dari server lain. Selain itu VPS juga memiliki filesystem pribadi sehingga orang lain tidak bisa melihat VPS milik Anda. Dengan menggunakan VPS maka Anda dapat memiliki sebuah server pribadi, menjalankan sistem operasi pribadi dan bahkan melakukan rebooted secara individual.

Virtual Private Server (VPS) biasanya digunakan untuk keperluan Web server software, File Transfer Protocol program, mail server program dan berbagai jenis aplikasi software untuk kebutuhan blogging atau e-commerce. Pada dasarnya VPS ini menjadi penengah dan menutupi kekurangan yang dimiliki oleh shared hosting dan dedicated hosting yaitu dengan memberikan kebebasan secara penuh terhadap sistem operasi yang dijalankan oleh user. Sehingga user bisa menginstall berbagai jenis software yang memang didukung oleh sistem operasinya.

Untuk lebih memahami kinerja Virtual Private Server (VPS), coba perhatikan gambar berikut ini:

Pada gambar di atas terlihat bahwa bandwidth, processor, memory dan disk space pada shared server digunakan secara bersama oleh beberapa akun. Sedangkan pada VPS, masing-masing akun berbagi satu server fisik yang sama namun memiliki porsi tersendiri sehingga performa dari akun Anda tidak akan dipengaruhi oleh server lain. Oleh karena itu kinerja dari VPS hampir mirip dengan dedicated hosting yang memberikan root access secara penuh pada server Anda.

Jika diperhatikan lebih detail, VPS sangat cocok digunakan oleh bisnis kelas menengah. Selain menjadikannya sebagai virtual server pribadi, Anda juga bisa menentukan dan mengatur server Anda sesuai kebutuhan. Yang jelas tidak ada batasan jumlah website yang bisa di host oleh VPS dan tidak ada larang dalam penggunaan CPU atau memory.

Tapi selain memberikan keuntungan dalam hal akses penuh, VPS hosting juga memiliki kelemahan dari segi biaya dan operasional.  Biasanya biaya sewa sebuah Virtual Private Server (VPS) akan lebih mahal dibandingkan shared server dan Anda pun harus memiliki kemampuan teknikal yang baik karena akses sepenuhnya ada ditangan Anda.

Namun dengan adanya perkembangan teknologi dan software virtual, maka semakin banyak jasa penyedia Virtual Private Server (VPS) dengan harga yang terjangkau. Salah satunya adalah IJLhosting yang menyediakan beragam paket VPS yang menggunakan dedicated bandwidth, hardware berkualitas dari Supermicro dengan prosesor INTEL XEON, dan berbagai teknologi virtual server terkini lainnya

Post Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori
Copyright © 2013-2018 IJL Hosting. All Rights Reserved. Harga Hemat Kapasitas Bersahabat.